Author name: admin_mip

MIP NEWS FEBRUARY 2021

 

Halo Sobat Sehat! Apa kabar kalian semua? Semoga sehat sehat selalu.
Tidak terasa kita sudah hampir memasuki satu tahun di dalam pandemik Covid-19, dan bahkan di Indonesia sudah menembus lebih dari 1 juta orang, sedangkan di dunia hampir 100 juta penderita.
Sampai saat ini jumlah penderita infeksi Covid-19 di Indonesia terus bertambah! Mengapa? Salah satunya karena adanya fenomena gunung es dimana jumlah kasus yang sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang terdeteksi. Hal ini disebabkan karena banyaknya proporsi orang yang tidak bergejala atau gejala ringan dibandingkan dengan yang bergejala. Orang yang terinfeksi, namun tidak bergejala, pastinya tidak akan pergi melakukan pemeriksaan, sehingga bila mereka tidak melakukan protokol kesehatan, mereka bisa menjadi sumber penularan bagi orang sekitarnya.

Adapun penanganan Covid-19 adalah 

  1. 3T : Testing, Tracking, Treatment.
  2. 5M : Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumungan, Menguranngi Mobilitas Imunisasi / Vaksin.

Vaksin

Vaksin itu sendiri bukanlah obat, namun bertujuan untuk merangsang atau menstimulasi pembentukan dari antibody untuk melawan virus tertentu. Hal ini diharapkan bila terinfeksi oleh virus tersebut, makan antibody yang sudah terbentuk dapat meninaktivasi dari virus, sehingga diharapkan gejala yang dialami oleh penderita  akan lebih ringan, dan masa penularannya menjadi lebih pendek. Pada saat ini yang digunakan di Indonesia adalah Sinovac. Dimana mempunyai efikasi sebesar 65,3%, yang berarti terjadi penurunan sebesar 65,3% kasus penyakit pada kelompok yang divaksin dibandingkan kelompok yang tidak divaksin.

Efek Samping dari Vaksin Sinovac

Efek samping Ringan : nyeri di tempat suntikan, kemerahan, pembengkakan dan demam. Efek samping Berat : sakit kepala, gangguan kulit dan diare kurang lebih 0.1-1%. Dan akan menghilang dalam beberapa hari. Efek / reaksi lain yang mungkin terjadi : Reaksi alergi, dermatitis, urtikaria sampai reaksi alergi berat. Bila mengalami reaksi alergi berat harus segera diperiksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Walaupun ada resiko terjadi efek samping, namun BPOM sudah memberikan izin penyuntikan. Hal ini berarti bahwa vaksin terbukti efektif dimana yang dinilai dari hasil uji klinis yang sudah dilalui selama ini.

Pemberian

Vaksin Sinovac diberikan 2 dosis selang 14 hari. Suntikan pertama merupakan tahap respon primer, dimana belum memberikan kekebalan. Suntikan kedua memberikan respon kekebalan. Sampai kapan kekebalan tersebut berlangsung? Sampai saat ini masih belum diketahui dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Ingat bahwa dengan divaksin bukan berarti kita kebal dan terhindar 100% dari penularan infeksi Covid-19. Hal inilah yang perlu selalu kita ingat. Dan setelah divaksin, kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan 3T dan 5M yang telah kita sebutkan di atas tadi.

Nah sobat Sehat! Dengan adanya informasi mengenai vaksin ini, diharapkan agar kita semua ikut mendukung tercapainya cakupan program vaksinasi yang cukup agar dapat mengendalikan pandemik Covid-19 ini dengan lebih baik. 
Sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya.

 

MIP NEWS JANUARY 2021

 

HALO SOBAT SEHAT!

Seperti yang kita ketahui bahwa pandemic Covid-19 masih belum berakhir. Mungkin ada dari anggota keluarga, rekan kerja atau bahkan kita sendiri yang sedang atau pernah terinfeksi oleh virus tersebut. Ada beberapa dari penyintas Covid-19 yang masih mengalami gejala gejala seperti saat terinfeksi Covid-19 yang dapat terjadi selama beberapa hari atau bahkan sampai beberapa bulan. Kira kira gejala apa saja yang mungkin bisa dialami oleh para penyintas tersebut ya?

Adapun gejala yang dapat terjadi : 

  1. Rasa lelah yang berlebihan.
  2. Gangguan pernafasan, seperti sesak nafas atau batuk yang berkepanjangan.
  3. Nyeri otot atau nyeri sendi.
  4. Sulit konsentrasi, kebingungan.
  5. Gangguan tidur atau insomnia.
  6. Kecemasan.
  7. Depresi atau stress.
  8. Berkurangnya indra penciuman dan perasa.
  9. Jantung berdegup lebih cepat.

Adapun kemungkinan penyebabnya adanya proses yang menimbulkan kelainan menetap secara anatomik. Sampai sekarang masih dalam penelitian lebih lanjut lagi, namun yang sudah diketahui beberapa faktor yang menjadi resiko terjadinya Long Covid : 

  • Adanya riwayat komorbid, seperti penyakit jantung atau penyakit paru kronik.
  • Orang lanjut usia yang mempunyai resiko lebih tinggi daripada yang berusia lebih muda. Walaupun tidak menutup kemungkinan mereka yang berusia muda juga terkena.
 

Beberapa saran untuk mengatasi Long Covid : 

  1. Mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang.
  2. Melakukan olahraga ringan. Hindari olahraga berintensitas tinggi atau berat.
  3. Beristirahat yang cukup untuk pemulihan, jangan terlalu memaksakan diri.
  4. Tetap mengikuti pengobatan dan perawatan yang ada dan diperlukan.
  5. Meluangkan waktu untuk kesehatan mental. Dimana kita berusaha mengatasu kecemasan ataupun trauma akan penyakit yang telah kita alami. Salah satunya adalah dengan meditasi, yoga, atau bahkan terkadang membutuhkan konsultasi dengan tenaga profesional.
  6. Menghentikan kebiasaan lama seperti merokok, agar tidak memperberat kesehatan kita.

Nah Sobat Sehat ! Ayo kita bersama sama menjaga kesehatan tubuh dan mental kita selama pandemik Covid-19 ini. Baik Sobat Sehat ! Sekian Info Sehat kali ini dan nantikan Info Sehat selanjutnya, tentunya dengan tema berbeda.

Flu Singapore atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)

Halo Sobat Sehat. Apa kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat selalu dan baik.

Dalam beberapa waktu belakangan kita sering mendengar berita atau membaca dari media sosial mengenai pentakit Hand Foot Mouth Disease (HFMD) / penyakit tangan, kaki, mulut yang sekarang lebih dikenal sebagai Flu Singapore.

Penyebab penyakit ini adalah virus dari Genus Enterovirus dan yang tersering adalah Coxsackievirus dan HEV 71. Penyakit ini pada umumnya akan menyerang anak anak yang berusia dibawah 5 tahun, namun ternyata orang dewasa juga dapat terinfeksi virus ini.

Gejala

Gejala HFMD umumnya diawali dengan gejala yang hampir serupa dengan penyakit lain, dan biasanya 7-10 hari masa inkubasi.

Adapun beberapa gejala yang dialami : 

  • Demam.
  • Nyeri / sakit tenggorokan.
  • Badan terasa tidak enak. Pada bayi dan balita biasanya terlihat iritabilitas / tidak tenang.
  • Sariawan / lesi yang menyakitkan, merah seperti melepuh yang terjadi di lidah, gusi dan bagian dalam pipi.
  • Berkurangnya nafsu makan dan minum karena rasa nyeri daerah muluh. Hal ini harus diwaspadai jangan sampai terjadi dehidrasi.
  • Ruam pada kulit kemerahan, tanpa rasa gatal, namun kadang kadang melepuh di telapak tangan, telapak kaki dan kadang bokong.
 

Penularan

Para penderita HFMD dapat menyebabkan virus melalui sekret atau cairan hidung, tenggorokan, lesi kulit yang pecah dan feses. Penularan virus biasanya tersebar pada minggu pertama sakit, namun masih dapat menularkan beberapa hari atau minggu setelah tanda infeksi hilang.

Adapun penyebarannya dapat terjadi dengan : 

  • Kontak erat dengan penderita, seperti berbicara, memeluk dan mencium.
  • Melalui udara, seperti bensin dan batuk.
  • Kontak dengan kotoran pasien.
  • Kontak dengan permukaan yang tercemar oleh virus HFMD.
 

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk penderita HFMD, pengobatan bersifat simtomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Seperti obat demam, obat oles, obat kumur dan lainnya.

Pencegahan

Penyakit HFMD biasanya sering terjadi di lingkungan tertutup seperti sekolah, asrama, panti asuhan, tempat bermain anak, dan lainnya. Sehingga sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan seperti : 

  • Anak yang mengalami gejala sebaiknya tidak satu ruangan dengan anak yang sehat.
  • Diadakan pembersihan ruangan secara rutin dan baik.
  • Perilaku hidup bersih dan sehat diterapkan.
  • Jangan membuang ludah sembarangan.
  • Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin.
  • Mencuci tangan setalah menyentuh permukaan yang tidak bersih dan juga sebelum makan.
  • Hindari kontak dekat dengan penderita.

Nah bagaimana Sobat Sehat? Setelah kita mengetahui hal-hal di atas, kita harus mulai menerapkan cara pencegahan agar anak-anak kita tidak terkena penyakit yang dapat mengganggu kehidupan mereka. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Sekian Info Sehat kali ini, Sampai jumpa bulan depan.

Salam Sehat untuk kita semua.

Waspada! Penyakit Mengintai Pasca Lebaran

 

Halo Sobat Sehat
Minal ‘Aidin wal-Faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat dan baik selalu.

Tidak terasa kita sudah akan melewati bulan puasa dan tiba saatnya kita menyambut hari raya Idul fitri 1443 H dengan hati yang baru dan penih dengan suka cita.

Seperti yang kita ketahui bahwa Lebaran merupakan waktu yang menyenangkan karena kita akan bersilahturahmi dengan sanak saudara dan juga akan menikmati suguhan makanan atau cemilan yang sangat lezat dan nikmat. Sebut saja mulai dari ketupat sayur dengan berbagai dampingannya seperti rendang, opor ayam, sambal ati goreng, semur dan lain lain. Tidak ketinggalan cemilan seperti nastar, putri salju, kue lapis dan suguhan lainnya, Namun tahukah para Sobat Sehat, ternyata kita harus berhati-hati karena ada beberapa penyakit yang mengintai kita di balik itu semua. Kira kira jenis penyakit apa saja yang bisa terjadi setelah Lebaran ya?

Beberapa penyakit yang bisa terjadi setelah Lebaran : 

  1. Meningkatnya Kolesterol, Gula Darah.
  2. Maag.
  3. Diare.
  4. Sakit Tenggorokan.
  5. Flu dan Batuk.
  6. Hipertensi.
  7. Kelelahan.

1. Meningkatnya Kolesterol

Hidangan yang disajikan saat lebaran banyak yang terbuat dari bahan santan dan digoreng yang mengandung lemak jenuh atau lemak tak jenuh. Jadi sebaiknya kita mengontrol dengan mengurangi porsi yang kita makan, terutama bagi para Sobat Sehat yang memiliki riwayat kadar kolesterol yang tinggi. Adapun gejala yang dapat timbul

  • Mudah Lelah.
  • Suka mengantuk.
  • Kesemutan di tangan dan kaki.
  • Rasa berat di kepala dan tengkuk sampai ke nyeri kepala dan nyeri dada.
 

2. Meningkatnya Gula Darah

Makanan dan minuman yang sering ditemukan pada saat Lebaran adalah es sirup, kolak, kue manis ataupun permen. Tentunya mengandung kadar gula tidak rendah. Makanan atau minuman tersebut memang sangat menggoda dan nikmati atau menemani kita saat berkumpul bersama. Namun ternyata hal ini dapat menyebabkan kenaikan kadar gula dalam tubuh kita terutama bagi mereka yang mempunyai riwayat kadar gula darah tinggi sebelumnya.

Beberapa gejala gula darah tinggi : 

  • Nafsu makan bertambah namun berat badan menurun.
  • Sering merasa haus.
  • Mulut kering.
  • Kulit gatal dan kering.
  • Mudah mengantuk dan cepat lelah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit kepala.
  • Susah konsentrasi.
  • Kesemutan di tangan, kaki.
 

3. Maag

Jenis makanan yang menemani selain dari yang berlemak dan manis namun ada juga yang pedas dan asam termasuk minuman yang mengandung gas. Jenis makanan dan minuman ini ternyata tidak jarang menggangu lambung kita dimana dapat menyebabkan penyakit maag. Selain dari jenis makanannya tapi kita harus mengatur porsi agar tidak terlalu banyak, juga waktu makannya agar jangan terlambat.

Adapun gejala yang dapat timbul : 

  • Nyeri ulu hati, mual bahkan dapat muntah.
  • Sering bersendawa.
  • Naiknya asam lambung.
  • Perut terasa kembung.
 

4. Diare

Makanan-makanan di atas yang telah disebutkan ternyata bukan hanya dapat menyebabkan maag namun bisa menyebabkan diare dimana dapat timbul gejala mual, muntah, mulas, perut melilit bahkan demam. Selain dari makanan yang merangsang seperti makanan pedas dan berminyak, namun juga dapat karena makanan yang mengandung kuman.

Adapun gejala diare yang dapat terjadi : 

  • Nyeri perut.
  • Rasa kembung.
  • Meningkatnya frekuensi buang air besar.
  • Konsistensi feses bisa lunak bahkan cair.
  • Terkadang ada darah atau lender di feses.
  • Dapat disertai mual dan muntah.
  • Bisa disertai dengan demam juga.
 

5. Sakit Tenggorokan

Hal hal yang dapat memicu radang tenggorokan adalah makanan dengan bumbu kuat, pedas dan terlalu manis atau panas.

Adapun gejala yang dapat dirasakan adalah : 

  • Rasa gatal, perih dan sakit tenggorokan.
  • Kesulitan untuk berbicara juga saat menelan.
  • Dapat disertai nyeri atau pembengkakan daerah leher.
  • Bahkan bisa menyebabkan demam juga.
 

6. Flu dan Batuk

Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah mengkonsumsi minuman dingin, polusi saat perjalanan mudik, aktivitas di dalam atau di luar ruangan dimana banyak berinteraksi dengan banyak orang yang mempunyai resiko penularan virus lebih tinggi. Oleh sebab itu selain menjaga pola makan, kondisi tubuh namun yang terpenting adalah tetap menjaga protokol kesehatan.

Beberapa gejala flu adalah sebagai berikut : 

  • Rasa pegal pegal di seluruh badan.
  • Bisa disertau dengan demam.
  • Sering kali juga mengalami batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat atau malah meler.
  • Sakit kepala.
  • Bila demam tinggi bisa sampai menggigil.

7. Hipertensi

Makanan-makanan yang banyak disuguhkan pada saat lebaran tidak sedikit yang mengandung kadar garam tinggi. Hal ini salah satu yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, apalagi mereka yang memang sudah memiliki riwayat Hipertensi sebelumnya.

Adapun beberapa gejala hipertensi adalah sebagai berikut : 

  • Nyeri kepala dan pusing.
  • Rasa gelisah.
  • Jantung berdebar debar.
  • Penglihatan terasa kabur.
  • Rasa sakit di dada.
 

8. Kelelahan

Sering kali kita tidak menyadari bahwa banyak sekali kegiatan yang kita lakukan untuk mempersiapkan hari lebaran dan saat merayakan dumana kita berpergian mengunjungi sanak saudara untuk bersilahturahmi selama beberapa beberapa hari. Bahkan harus menempuh jarak yang jauh untuk mudik. Tida jarang para Sobat Sehat tidak menyadari bahwa ternyata kurang beristirahat dan memforsir kegiatan kita. Hal ini tentunya akan menurunkan kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh kita.

Bila kita melihat 8 hal diatas, maka lakukanlah beberapa langkah berikut untuk pencegahnya : 

  1. Makan jangan berlebihan.
  2. Kurangi makanan bersantan, pedas, gorengan, asin.
  3. Kurangi minum manis, es.
  4. Makan makanan berserat dan buah.
  5. Olahraga yang cukup.
  6. Istirahat yang cukup.
  7. Minum vitamin.

Bagaimana para Sobat Sehat? Ternyata kita harus lebih bijaksana saat merayakan hari Raya / Lebaran agar kita tetap sehat dan kuat. Yuk kita mulai menjaga pola makan, olahraga, istirahat dan juga protokol kesehatan supaya ibadah kita tetap berjalan dengan baik.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, sampai berjumpa di episode selanjutnya.

Salam Sehat.

 

 

Tetap Bugar di Saat Puasa

 

Halo Sobat Sehat, apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat dan baik.

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadhan kembali. Perlu kita ketahui dan sadari bahwa melalui puasa, kita sebenranya mengistirahatkan kerja organ pencernaan dan menjadi salah satu proses detoksifikasi bagi tubuh kita. Namun proses detoksifikasi tidak akan maksimal bula tidak diimbangi penerapan gaya hidup sehat dan fit pada saat puasa.

Berikut adalah beberapa cara yang sangat sederhana namun dapat membantu tubuh kita tetap fit dan sehat selama berpuasa :

  1. Pola Makan yang Baik.
  2. Olahraga Rutin.
  3. Istirahat Cukup

1. Pola Makan yang Baik

Sahur
Merupakan bagian terpenting, karena untuk menambah asupan energi selama seharian penuh sampai kita berbuka puasa. Dimana makanan saat sahur dapat terdiri dari karbohidrat, serat dan protein.

Mengatur Makanan
Pengaturan makanan yang dimakan dengan baik. Dimulai dengan makan yang secukupnya, usahakan jangan sampai makan terlalu banyak atau menjadi kalap saat berbuka puasa. Salah satu cara yang baik adalah makan dengan cara bertahap dan perlahan dumana dimulai dari makanan pembuka yang ringan kemudian santapan utama.
Salah satu santapan yang sangat menggoda adalah makanan atau minuman yang manis-manis. Anjuran kita harus membatasi makanan atau minuman yang manis, karena dapat meningkatkan gula darah bila menyantapnya terlalu banyak.
Selain manis, kita juga sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang asin karena seperti yang kita ketahui dapat Topic: Presentasi claim report 3 bulan membuat kita cepat haus bila terlalu banyak.

Perhatikan kebutuhan cairan
Sebaiknya minum minimal 8-12 gelar air putih saat berbuka puasa sampai saat sahur, agar membantu tubuh tetap terhindari dari dehidrasi. Adapun yang sebaiknya dihindari adalah minuman yang mengandung kafein, karena bersifat diuretic atau dapat membuat kita lebih sering buang air kecil.

2. Olahraga Rutin

Olahraga seringkali menjadi sesuatu yang dihindari pada saat bulan puasa. Namun ternyata para ahli tetap menyarankan agar orang yang menjalankan puasa tetap berolahraga karena penting untuk menjaga Kesehatan, kebugaran dan meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh kita.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

Memilih waktu olahraga yang cocok unduk Anda.
Olahraga sebelum berbuka puasa. Salah satu rekomendasi pemilihan waktu adalah melakukan olahraga 30-60 sebelum buka puasa. Karena pemilihan waktu ini mempunyai alasan dimana setelah Anda selesai melakukan olahraga tubuh dapat segera meneruma asupan energi kembali.
Olahraga setelah berbuka puasa. Waktu ini bisa dipilih karena kita membutuhkan asupan terlebih dahulu sebelum olahraga. Namun perlu diperhatikan bahwa sebaiknya memberikan jeda 1 jam dari waktu berbuka dengan olahraga. Selain itu diusahakan agar menayantap makanan tidak terlalu banyak atau berlebihan supaya tetap nyaman saat berolahraga.
Olahraga sebelum sahur. Salah satu keuntungannya adalah bahwa tubuh masih mempunyai cadangan energi dari santap malam sebelumnya dan ditambah dengan udara pagi yang segar. Keuntungan lainnya adalah bahwa setelah berolahraga kita dapat asupan energi kembali dari makanan dan minuman saat sahur.

Memilih jenis olahraga merupakan hal tidak kalah pentingnya.
Sangat disarankan agar kita memilih olahraga yang ringan dengan intensitas yang tidak terlalu berat.
Adapun beberapa jenis olahraga yang disarankan adalah jalan santai, bersepeda, jogging, yoga, threadmill, senam zumba, skipping. Bahkan latihan mengangkat beban juga masih bisa dilakukan, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi dan waktu saat berolahraga.

Istirahat Cukup
Selain mengatur asupan makanan dan minuman, juga olahraga yang rutin, ternyata tubuh kita juga membutuhkan istirahat yang cukup juga agar bisa memulihkan vitalitas kita selama berpuasa.
Perubahan pola istirahat selama bulan puasa terkadang membuat tubuh lemas dan mengantuk sepanjang hari, bahkan bisa mempengaruhi mood kita juga. Terutama pada hari hari awal kita berpuasa karena masih beradaptasi dengan pola atau jam tidur kita.
Berikut beberapa cara mengatur pola tidur saat puasa : 

Memajukan jam atau waktu tidur
Jika kita tidak membiasakan tidur lebih cepat selama bulan puasa maka jam tidur kita akan berkurang rata rata 40 menit karena terpotong waktu sahur. Dan hal ini menurut penelitian dalam Journal of Sleep Research ternyata mengurangi durasi tahap pulas atau REM yang dapat membuat kita mudah lemas dan mengantuk setiap hari.

Menjadwalkan jam tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari
Seperti yang tadi dikatakan bahwa salah satu penyebab dari kita menjadi kurang fit adalah tubuh kita masih belum beradaptasi dengan pola yang berubah dari sebelum dengan saat puasa. Hal ini juga berfungsi agar menjaga metabolisme kita tetap teratur sepanjang saat.

Menciptakan lingkungan kamar yang nyaman
Salah satu cara untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik adalah dengan menciptakan suasana kamar yang mendukung. Dimulai dari jauh dari kebisingan, lampu yang tidak terlalu terang bahkan sampai menghindari penggunaan alat elektronik baik itu TV maupun laptop di saat menjelang waktu istirahat.

Nah bagaimana para Sobat Sehat? Ternyata menjaga agar tetap fit di kala puasa itu bukanlah hal yang sulit atau mustahil. Yuk kita mulai menjaga pola makan, olaharaga dan juga istirahat kita agar ibadah puasa kita akan berjalan dengan baik serta kita tetap produktif.

Selamat menjalankan ibadah puasa dan sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya.

 

 

 

Klaster Keluarga

 

Halo Sobat Sehat! Apa kabar kalian semua? semoga dalam keadaan baik dan sehat selalu. Untuk para Sobat yang sedang sakit, kita doakan supaya kelas sembuh dan pulih seperti semula.

Seperti yang kita ketahui saat ini Virus Omicron masih merajarela di sekitar kita, dimana mungkin kita mendengar banyak dari rekan atau sahabat atau pun keluarga kita yang terpapar olehnya. Dan ternyata penularan virus di dalam klaster keluarga saat ini terus mendominasi  dan dapat dikatakan sangat berdampak bagi anak-anak dan lansia.

Sebenarnya apakah yang dimaksud klaster keluarga? Klaster keluarga adalah sebuah keaddan dimana salah satu dari anggota keluarga terpapar virus dari kegiatan di luar rumah baik itu saat sekolah tatap muka, bekerja atau aktivitas lain. Dan saat sampai di rumah, secara tidak sadar menularkan ke beberapa atau bahkan semua anggota keluarga lainnya.

Adapun peningkatan dari klaster keluarga disebabkan oleh :

  1. Laju kecepatan penyebaran virus yang semakin cepat dan luas.
  2. Banyaknya kasus pasien asimptomatik / tidak bergejala yang tidak menyadari menularkan kepada anggota keluarga lainnya.
  3. Seringkali saat bertemu dengan sesama anggota keluarga tidak serumah, protokol kesehatan tidak dilakukan dengan ketat.
  4. Perawatan pasien isolasi mandiri di rumah dilakukan oleh keluarga tanpa protokol yang benar dan aman.
  5. Membiarkan anak anak bermain bersama di lingkungan rumah tanpa ada pengawasan protokol kesehatan yang baik.
  6. Adanya kegiatan wisata bersama anggota keluarga tanpa protokol yang ketat.

Seperti yang sempat disebutkan di atas bahwa ternyata kegiatan isolasi mandiri di rumah ternyata dapat menimbulkan klaster keluarga, hal ini disebabkan oleh : 

  • Dikala ada anggota keluarga yang positif  Covid-19, namun ganya bergejala ringan atau bahkan tidak bergejala, yang tidak jarang diremehkan oleh anggota keluarga serumah yang merawatnya. Atau malahan pasien masih hilir mudik di seluruh ruangan rumah tanpa sadar dapat menularkan ke anggota keluarga lainnya. Sebagai catatan bahwa pasien dengan gejala ringan ataupun tanpa gejala dapat menularkan anggota keluarga lain dan menyebabkan gejala sedang bahkan berat.
  • Isoman tidak dilakukan dengan protokol yang baik. Dimana tidak jarang tidak mempunyai kamar atau kamar mandi yang terpisah untuk pasien. Hal ini disarankan isoman atau karantina tidak dilakukan di rumah.
  • Adapun anggota keluarga yang kontak erat yakni menghabiskan waktu lebih dari 15 menit/hari dengan pasien Covid-19, terkadang tidak melakukan karantina mandiri.
  • Selain itu juga anggota keluarga lain yang kontak erat tersebut tidak mau atau enggan melakukan test swab dengan berbagai alasan, namun mereka tetap melakukan aktivitas sosial ke luar rumah dan pada akhirnya dapat menyebarkan ke orang lain..

Jadi apa sajakah Langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk menurunkan tingkat penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan keluarga kita?

  1. Kita harus mengenali profil resiko dari keluar kita masing masing.
    Dimana semakin banyak anggota keluarga yang tinggal di satu atap maka akan semakin tinggi pula tingkat resiko penularan di sana. Hal ini dapat diminimalisir dengan membuat beberapa peraturan atau ketentuan yang berhubungan dnegan protokol kesehatan yang ada.
  2. Mengatur durasi kontak antar anggota keluarga.
    Dimana harus memperhatikan mereka yang harus bekerja atau belajar di luar rumah, agar mereka mengurangi interaksinya dengan anggota keluarga yang rentan (misalnya lansia, bayi, ibu hamil dan komorbid).
  3. Mengurangi atau membatasi mobilisasi yang tidak diperlukan.
    Dengan cara membuat jadwal keperluan keluar rumah seminimal mungkin.

Jadi selain langkah di atas, ternyata ada juga beberapa cara untuk mencegah transmisi Klaster Keluarga agar tidak semakin tinggi seperti : 

  1. Menjalankan protokol kesehatan dengan baik dimana pun juga.
  2. Lebih selektif atau tidak menerima kunjungan orang lain ke rumah kita untuk sementara.
  3. Mengurangi kegiatan sosial dan pertemuan tatap muka masal.
  4. Melengkapi vaksinasi dan booster.

Oh iya, sekarang kita ingatkan kembali kebiasaan yang harus dilakukan sebelum masuk rumah : 

  1. Melepas alas kaki di pintu masuk.
  2. Membersihkan semua baranag barang kita dengan disinfektan.
  3. Jangan menyentuh benda apapun juga sebelum mencuci tangan dengan air dan sabun. Setelah itu langsung mandi sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.
  4. Pakaian langsung dipisahkan di tempat cuci.

Nah bagaimana Sobat Sehat? Setelah kita mendapatkan informasi mengenai betapa pentingnya mencegah penularan kepada para anggota keluarga di rumah maka kita harus menjalankannya dengan sepenuh hati agar kita dapat terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.

Baiklah sekian dahulu untuk Info Sehat edisi kali ini, sampai jumpa di lain waktu. Tetap jalankan Protokol Kesehatan.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

 

Halo Sobat Sehat, Apa kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat selalu.

Di tengah masa pandemik, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ternyata mulai bertambah kembali. Seperti yang kita ketahui bahwa DBD merupakan salah satu penyakit yang jumlah kasusnya cenderung tinggi setiap tahun.

Menurut data dari Kementrian Kesehatan hingga Oktober 2021, kasusnya mencapai 37.646 dengan jumlah angka kematian 361. Adapun rata rata usia yang paling banyak terinfeksi adalah antara 15-44 tahun yakni 31,54%, 5-14 tahun sebanyak 30,46%, di atas 44 tahun sebanyak 24,72% usia 1-4 tahun sebanyak 10,68% dan bayi dibawah 1 tahun 2,6%.

Sebenarnya apakah penyakit Demam Berdarah Dengue itu?

Demam Berdarah Dengue adalah sebuah infeksi yang disebabkan virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. 

FAKTOR RESIKO

Adapun beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan terpaparnya penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebelumnya pernah mengalami infeksi virus Dengue.
  2. Tinggal atau bepergian ke daerah tropis atau Negara dengan curah hujan tinggi.
  3. Mereka yang dengan kekebalan tubuh menurun atau lemah.

GEJALA

Gejala dari penyakit ini tidak langsung timbul, biasanya 3-7 hari sejak gigitan nyamuk dan gejala bisa menetap sampai 10 hari. Dimana gejala biasanya bisa menyerupau gejala flu namun dapat berkembang menjadi parah bahkan mengancam nyawa penderita bila terlambat ditangani.

Adapun beberapa gejala yang dapat muncul adalah

  1. Demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celcius.
  2. Nyeri kepala hebat.
  3. Nyeri pada sendi, oto dan juga tulang.
  4. Nyeri di bagian belakang mata.
  5. Nafsu makan menurun yang bisa disertau dengan mual bahkan muntah.
  6. Dapat disertai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  7. Timbul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya sekitar 2-5 hari setelah demam.
  8. Mimisan, gusi berdarah.

Adapun beberapa gejala yang perlu diwaspadai

  1. Buang air besar bewarna hitam.
  2. Muntah darah.
  3. Nyeri perut yang sangat sakit.
  4. Penurunan kesadaran.
  5. Tidak bisa makan atau minum sama sekali yang dapat menyebabkan dehidrasi.
  6. Suhu tubuh menurun atau dingin (hiportemi).
  7. Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urin yang keluar sedikit.
  8. Sesak nafas atau nafas tidak beraturan.
  9. Tekanan darah menurun, nadi melemah.

Bila para Sobat Sehat mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter terdekat, agar dapat ditegakan diagnosis dan diberikan pengobatan yang dibutuhkan.

PENGOBATAN

Sampai saat ini masih belum ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit ini. Adapun langkah pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gejala gejala yang muncul, serta mencegah semakin parahnya infeksi tersebut seperti :

  1. Minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
  2. Memantau makanan yang masuk.
  3. Istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi badan.
  4. Mengkonsumsi obat obatan yang diberikan oleh dokter seperti penurun panas.
  5. Memantau frekuensi buang air kecul dan jumlah urin yang keluar.

PENCEGAHAN

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Demam Berdarah Dengue

  1. Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dengan 2x fogging dengan jarak 1 minggu.
  2. Menguras tempat penampungan air.
  3. Menutup rapat tempat penampungan air.
  4. Mengatur cahaya yang cukup terang di dalam rumah.
  5. Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah.
  6. Mengecek pakauan yang tergantung di dalam kamar.
  7. Menghindari daerah yang sedah naik kasus Demam Berdarah Dengue

Nah setelah Sobat Sehat mengetahui sedikit perihal Demam Berdarah Dengue, semoga dapat mencegahnya terjadi di diri kita ataupun orang yang kita kasihi.

Sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya, tetap jaga protokol kesehatan dan Salam Sehat.

Olahraga

 

Halo Sobat Sehat, Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat & baik.

Tidak terasa kita telah meninggalkan tahun 2021 dan memulai tahun 2022 pastinya dengan semangat dan optimisme yang tinggi. Pasti banyak dari kita yang mempunyai harapan harapan yang ingin dicapai di tahun yang baru ini dan salah satunya adalah memulai kebiasaan atau pola hidup sehat dengan berolahraga rutin.

Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa olahraga merupakan suatu kegiatan yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan Kesehatan jasmani kita sehingga mencegah terjadinya penyakit.

Apalagi sudah hanpir 2 tahun kita berada dalam pandemik Covid-19 dimana banyak dari kita yang sangat mengurangi kegiatan fisik dan le bih banyak berada dalam posisi kurang bergerak. Olahraga yang dilakukan dapat berupa jalan pagi, lari, bersepeda, atau olahraga lainnya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa olahraga mempunyai manfaat besar, namun ternyata bila tidak berhati-hati dapat menimbulkan cidera.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai kebiasaan olaharaga : 

  1. Pemanasan
  2. Peralatan dan Perlengkapan.
  3. Teratur.
  4. Pendinginan.
  5. Mengetahui Kondisi Tubuh.

1. Pemanasan

Banyak dari kita yang berolahraga tanpa didahului dengan pemanasan. Padahal ritual pemanasan itu sangat penting dan mempunya banyak manfaat. Sebut saja untuk

-Mengurangi resiko cidera,
-Meningkatkan fleksibilitas.
-Meningkatkan energi.
-Melancarkan peredaran darah.
-Menambah performa tubuh.

Adapun pemanasan dapat dilakukan dengan gerakan gerakan kecil seperti lari di tempat ataupun dengan peregangan otot otot seperti otot kaki, tangan, kepala dan badan.

2. Peralatan dan Perlengkapan

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memeriksa kemballi peralatan dan  perlengkapan yang akan kita gunakan dalam olahraga. Yang paling sederhana adalah alas kaki.

Alangkah baiknya bila memakai sesuai dengan olahraga yang kita lakukan, sebagai contoh pakailah sepatu khusus sepak bola, pakailah sepatu lari, dan bukan memakai yang tidak sesuai. Selain itu untuk peralatan juga dicek kembali, jangan sampai malah mencederai kita karena rusak atau tidak baik.

Misalnya cek roda sepeda yang akan kita kendarai, lihat kembali peralatan fitness yang kita punya, apakah ada yang tidak terpasang dengan baik, apakah sol sepatu kita sudah menganga keluar yang dapat membuat kita terjatuh dan lain lain.

3. Teratur

Berolahraga yang baik adalah menjadikan hal tersebut sebagai pola atau kebiasaan hidup bukan menjadi hal yang sesekali dilakukan bila waktu luang saja. Dengan melakukan teratur, maka kita juga membuat tubuh kita beradaptasi dengan olahraga tersebut.

Selain itu lakukanlah secara perlahan lahan dimana tidak langsung memforsir tubuh melakukan yang keras yang dapat membuat kita cidera ataupun dapat menimbulkan penyakit atau efek yang tidak diinginkan. Lakukanlah olahraga secara bertahap agar seluruh anggota tubuh dan organ juga dapat terbiasa dan siap saat melakukan olahraga tersebut.

4. Pendinginan

Apabila sebelum olahraga, kita melakukan pemanasan, maka setelah olahraga kita melakukan gerakan tambahan sebagai pendinginan atau cooldown.

Hal ini biasanya terdiri dari gerakan gerakan peregangan yang dapat meningkatkan rentang gerak otot agar tidak terluka dalam kondisi yang hangat. Selain itu ternyata pendinginan dapat membuat tubuh menjadi rileks dan dapat mengurangi rasa sakit dan pegal setelahnya.

5. Mengetahui Kondisi Tubuh

Selain ke empat hal diatas, ternyata ada hal yang juga penting untuk diperhatikan. Kita harus mengetahui kondisi tubuh kita saat akan melakukan olahraga. Apakah kondisi kita sedang kurang sehat atau malah sedang sakit. Bila memang kita dalam keadaan yang kurang baik, sebaiknya menghindari olahraga berat atau bahkan menundanya sampai kondisi tubuh memungkinkan. Karena tidak mustahil bila dipaksakan, malah dapat menyebabkan cidera.

Nah bagaimana sobat Sehat? Setelah mengetahui informasi di atas, pastinya para Sobat akan semakin tidak sabar untuk melakukan olahraga agar tubuh menjadi lebih sehat. Ingat yang terpenting adalah persiapan agar segala yang akan kita lakukan dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari cidera yang tidak diinginkan.

Semoga Bermanfaat & Sampai berjumpa di Info Sehat bulan depan, tentunya dengan topik dan pembahasan yang menarik lainnya.

Burnout

 

Halo Sobat Sehat apa kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat dan baik ya.

Tidak terasa ternyata sekarag kita memasuki penghujung tahun 2021. Dimana tidak jarang dari kita memasuki kesibukan untuk menggapai target untuk tutup tahun dan membuat beberapa dari kita sedang mengalami BURNOUT. Tapi sebenarnya apakah arti dari BURNOUT?

Burnout adalah sebuah kondisi dimana terjadi kelelahan secara emosional, fisik dan mental. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada jangka waktu cukup panjang.

Banyak orang yang mengira bahwa burnout itu sama seperti stress, akan tetapi ternyata berbeda. Tingkatan burnout itu ternyata lebih tinggi, dimana merupakan imbas dari stress yang berlebihan sampai menguras tenaga fisik dan psikis.

Adapun ciri-ciri stress adalah sebagai berikut : 

  1. Reaksi cenderung antusias pada sesuatu.
  2. Emosi menjadi sangat reaktif menjadi mudah marah.
  3. Menjadi terburu buru melakukan sesuatu dan hiperaktif.
  4. Kehilangan tenaga.
  5. Dapat berujung kepada. kecemasan.
  6. Fisik mulai terganggu.

Sedangkan berikut adalah ciri-ciri dari burnout dari perubahan fisik

  1. Merasa selalu kelelahan dan tidak bertenaga sepanjang waktu
  2. Daya tahan tubuh. menurun sehingga menyebabkan mudah sakit.
  3. Sering mengalami sakit kepala, pegal atau nyeri otot.
  4. Perubahan pola makan dimana ada yang nafsu makan jauh meningkat atau malah sebaliknya.
  5. Perubahan pola tidur dimana ada yang menjadi tidur terus menerus atau malah sebaliknya.

Ciri-ciri burnout dari perubahan emosional : 

  1. Sering merasa gagal juga meragukan diri sendiri.
  2. Ada rasa tidak berdaya.
  3. Merasa sendirian atau terasing.
  4. Hilangnya motivasi untuk melakukan segala hal.
  5. Kerap memandang hidup dengan sinis atau negatif.
  6. Tidak puas terhadap pencapaian hidup.

Dari perubahan perilaku :

  1. Cenderung menghindari atau malas mengerjakan tanggung jawab.
  2. Menghindar bahkan mengisolasi diri dari orang lain.
  3. Sering kali menunda merampungkan atau menghindari tugasnya.
  4. Melampiaskan rasa tidak nyamannya dengan makan atau merokok atau hal tidak sehat lainnya.
  5. Melampiaskan dengan marah kepada orang lain.

Adapun penyebab terjadinya burnout adalah 

  1. Ketidak mampuan untuk mengontrol apa yang terjadi di dalam situasi hidupnya.
  2. Dinamika lingkungan yang buruk, misalnya bullying.
  3. Jenis pekerjaan atau kegiatan yang monoton atau sebaliknya sangat dinamis.
  4. Tidak memiliki dukungan sosial sehingga merasa beban ditanggung sendiri.

Jadi bagaimana cara menghindari atau mengatasi burnout?

  1. Mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang, karena makanan yang sehat tentunya juga dapat menjaga mood kita sehari hari.
  2. Rutin melakukan olahraga, karena dengan olahraga kita akan sehat jasmani dan juga pikiran akan terasa segar.
  3. Tidur dan istirahat yang cukup agar pikiran dan tubuh kembali segar.
  4. Jaga keseimbangan hidup, dimana ada saatnya serius, namun juga ada kalanya santai.
  5. Jika banyak tekanan, sebaiknya mencari sistem pendukung hidup kita yakni dimulai dari irang terdekat seperti keluarga juga teman. Bila memang membutuhkan konsultasi tenaga professional, lakukan ke ahli kesehatan mental.

Jadi bagaimana Sobat Sehat? Apakah ada orang di sekitar atau mungkin kita sendiri yang sedang mengalami situasi burnoutBila iya, mari kita bersama sama mencoba mengatasinya.

Semoga Info Sehat bulan ini dapat menjadi jawaban atau menambah pengetahuan bagi para Sobat Sehat tentang Burnout. Sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya.

Diabetes Melitus

 

Halo Sobat Sehat apa kabar semuanya?
Semoga para Sobat beserta keluatga dalam keadaan sehat sehat semuanya.

Para Sobat Sehat pastinya sudah tidak asing lagi denfan istilah penyakit gula atau sering disebut kencing manis. Tapi sebenarnya apa sih itu? Nah pada info Sehat kali ini kita akan sedikit membahas menangani penyakit yang cukup banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita.

Diabetes Melitus adalah sebuah penyakit kronis atau yang berlangsung lama yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa).

Glukosa itu sendiri merupakan sumber energi utama bagi sel sel tubuh manusia, namun bila menumpuk di dalam darah akan dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Dan bila tidak segera dikontrol dengan baik tentunya akan dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang bahkan bisa mengancam nyawa penderita.

Penyakit inin biasanya disebabkan oleh gangguan dimana tubuh tidak bisa menggunakan glukosa dalam darah ke sel, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Adapun Diabetes Melitus dikelompokkan menjadi 2

Diabetes Tipe 1 adalah gangguan pada system tubuh atau auto immune yang menyebabkan kerusakan sel sel yang memproduksi hormone Insulin di dalam pancreas. Pemicunya sendiri sampai sekarang masih belum diketahui.

Diabetes Tipe 2 adalah kondisi dimana tubuh dapat memproduksi insulin secara normal, namun tidak dapat menggunakan secara normal. Dimana terjadi resistensi sel tubuh terhadap insulin.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga resistensi insulin.

Faktor Resiko Diabetes Melitus Tipe 1

  1. Ada riwayat keliarga atau keturunan yang menderita Diabetes Melitus tipe 1.
  2. Faktor geografis dimana mereka yang tinggal jauh dari garis khatulistiwa lebhi memiliki resiko karena kurang terpapar sinar matahari yang mengandung vitamin D.
  3. Penyakit ini banyak terdeteksi pada anak anak usia 4-7 tahun kemudian pada anak anak 10-14 tahun.

Faktor Resiko Diabetes Melitus Tipe 2

  1. Obesitas atau berat badan berlebih.
  2. Gaya hidup yang kurang gerak atau aktivitas dan berolahraga.
  3. Ada riwayat keluarga yang mempunya Diabetes Melitus tipe 2.
  4. Usia diatas 45 tahun.
  5. Kondisi prediabetes, yakni ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal walau belum diklasifikasikan sebagai diabetes.
  6. Riwayat diabetes saat hamil.
  7. Wanita dengan sindroma ovarium polikistik.

Penyakit ini, pada fase awal, sering kali tidak menunjukkan gejala apa apa, sehingga banyak penderita yang tidak menyadari sudah lama menderita penyakit ini.

Akan tetapi gejala dari Tipe 1 ternyata biasanya lebih muncuk lebih cepat dibandingkan dengan tipe 2 yang timbul lebih perlahan lahan

Nah berikut adalah beberapa gejala penyakit Diabetes Melitus : 

  1. Sering merasa lapar dan haus.
  2. Sering buang air kecil.
  3. Terasa lemah dan lesu. Sering tidak bertenaga.
  4. Sering mengalami infeksi.
  5. Luka yang sulit sembuh.
  6. Gatal pada kulit terutama daerah lipatan lipatan tubuh.
  7. Berat badan yang turun.
  8. Kaki sering rasa nyeri, kesemutan dan mati rasa (baal).
  9. Mual dan muntah.
  10. Mulut kering, gusi sering bengkak dan luka.
  11. Bercak hitam dan sisik pada kulit.
  12. Disfungsi seksual.
Diagnosis Diabetes Melitus
Biasanya dengan melakukan anamnesa/wawancara medis, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan juga urin.
 
Pengobatan Diabetes Melitus
Terapi akan disesuaikan dengan jenis dan gejala Diabetes yang dialami setiap pasien. Misalnya dari pemberian obat obatan bahkan bila sudah cukup berat, dilakukan transplantasi pancreas.
Selain itu juga dapat melakukan hal berikut untuk membantu pengobatan.
 
  1. Menerapkan pola makan sehat dimana mengurangi jenis makanan yang mengandung lemak jenuh, karbohidrat olahan sampai pemanis buatan.
  2. Aktivitas fisik mulai dari gerak tubuh sederhana, juga olahraga ringan yang dilakukan secara rutin. Seperti jalan kaki, bersepeda, benerang dan lain lain.

Pencegahan Diabetes Melitus
Sobat Sehat! Berikut adalah beberapa gaya hidup yang bisa membantu untuk mencegah penyakit ini seperti : 

  1. Mempertahankan berat badan ideal, sehingga tidak bertambah berat badannya.
  2. Mengkonsumsi makanan tinggi serat dan menghindari makanan berlemak atau mengandung gula.
  3. Melakukan olahraga secara rutin, dan meningkatkan aktivitas fisik.
  4. Menghindari atau berhenti merokok.

Komplikasi Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes dapat menyebabkan beberapa komlikasi seperti kerusakan retina mata, kerusakan saraf, stroke, jantung coroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran dan bayi lahir mati dari ibu mengidap diabetes.

Nah para Sobat Sehat! Setelah kita mengetahui perihal penyakit Diabetes Melitus, adalah lebih bijak kita dan orang yang kita kasihi untuk mencegah semaksimal mungkin sebelum kita terkena. Kita sebaiknya mulai sejak dini menerapkan pola hidup sehat.

Baiklah sekian untuk info Sehat kali ini!
Sampai jumpa di episode selanjutnya tentunya dengan tema yang menarik lainnya.

 

back-to-top-custom