Omicron dan Isoman

 

Halo Sobat MIP NEWS, berita yang sedang trending saat ini adalah kembalinya meningkat kasus Covid-19 dengan varian baru yang dikenal dengan Omicron.

Varian Omicron memiliki karakteristik yang cepat menular dengan gejala yang lebih ringan bahkan tanpa gejala dibandingkan varian sebelumnya.

Kapan kita harus tes dan jenis tes apa yang harus kita lakukan.

 

Bagi para Sobat MIP NEWS yang terkonfirmasi positif tetap tenang dan jangan panik. Selalu jaga prokes 5M dan ikuti beberapa langkah penanganan berikut ini.

Pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala disarankan untuk isolasi mandiri dengan memanfaatkan layanan telekonsultasi dokter dan mendapatkan paket obat gratis.

Pastikan sebelum isoman telah memenuhi syarat klinis, syarat rumah dan protokol kesehatan agar tetap aman dan tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lain.

Jika kedua syarat tidak terpenuhi, sebaiknya pasien melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat yang disediakan pemerintah.

Dengan isoman, kita telah membantu mengurangi beban keterisian rumah sakit.

Ruang perawatan bisa digunakan untuk pasien yang lebih membutuhkan seperti pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

Setiap tubuh memiliki respon yang berbeda terhadap virus Covid-19. Vaksinasi Covid-19 membantu kita untuk mengurangi gejala, potensi perawatan dan risiko kematian yag timbul akibat infeksi Covid-19. Untuk itu manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risiko penularan Covid-19.

Pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, melalui layanan telemedicine di 17 platform.

Lewat layanan ini, pasien Covid-19 bisa mendapatkan tindakan dan layanan medis tepat waktu di rumah, termasuk jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat gratis.

Ada 2 pilihan paket obat yang diberikan berdasarkan resep dokter. Obat di luar paket ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedicine isoman.

Mendapatkan layanan ini, sobat sehat harus melakukan tes PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan. Jika hasilnya positif, lab penyedia tes Covid-19 melaporkan hasil ke NAR, selanjutnya pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes secara otomatis.

Pada pesan Whatsapp pemberitahuan, terdapat link yang bisa digunakan oleh pasien untuk konsultasi dengan dokter dan mendapatkan obat serta vitamin gratis.

Saat ini, layanan telemedicine di 17 platform baru tersedia di Jabodetabek. Diharapkan layanan ini secepatnya bisa tersedia di daerah lain.

Kapan Pasien Isoman Perlu Dibawa ke Rumah Sakit?

Hal yang perlu diperhatikan selama isoman adalah kita mengobservasi perkembangan gejala yang dialami oleh penderita, apakah mengalami perbaikan ataumalah terjadi perburukan.

Beberapa tanda perburukan yang harus menjadi alarm, seperti :

  1. Pasien tiba tiba pingsan
  2. Pasien mengeluh nyeri dada.
  3. Terjadi pendarahan yang tidak terkontrol.
  4. Gejala sesak nafas yang memberat. Hal ini dapat dilihat dengan saturasi oksigen yang turun menjadi <93% (tanpa bantuan oksigen), frekuensi nafas yang meningkat >30%, berbbicara sulit atau tidak bisa lengkap kalimatnya.
  5. Kesadaran penderita yang semakin menurun. Beberapa tandanya seperti tidak menyahut saat diajak berbicara, bicara menjadi ngawur atau tidak nyambung, pasien tidak bangu atau selalu mengantuk berat walau dibangunkan berkali-kali bahkan saat diberi rangsangan nyeri sekalipun.
  6. Dehidrasi akibat diare dan muntah yang terus menerus. Apalagi ditambah dengan tidak dapat minum atau makan sedikitpun.

Sedangkan pada anak-anak adapun tanda-tanda perburukan yang menjadi alarm bagi kita:

  1. Penurunan kesadaran.
  2. Saturasi oksigen <93%, dan mengalami tanda-tanda kesulitan bernafas seperti dada menjadi cekung, dan cuping hidung kembang kempis saat bernafas.
  3. Anak tidak mau atau bahkan tidak bisa makan atau minum.
  4. Muntah atau diare yang terus menerus.
  5. Frekuensi nafas meningkat sesuai usia:
    Usia <2 bulan >60x/menit.
    Usia 2-11 bulan >50x/menit.
    Usia 1-5 tahun >40x/menit.
    Usia >5 tahun >30x/menit.

Nah untuk para Sobat MIP NEWS atau keluarga dan juga relasi yang sedang menjalankan isoman, harus menjaga kesehatan fisik ataupun mental. Dimana harus beristirahat, makan bergizi dan juga mengkonsumsi obat obatan atau vitamin yang diberikan oleh petugas kesehatan. Jangan lupa juga untuk menjaga ketenangan pikiran dimana menjauhi stress atau pikiran negatif. Namun tetap harus kritis dan waspada mengamati gejala yang ada.

Sekian untuk edisi kali ini. Tetap semangat dan selalu menjaga protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun juga.

Tinggalkan Balasan