Vaksin Covid-19

 

Halo Sobat Sehat! Apa kabar kalian semua? Semoga sehat sehat selalu.
Tidak terasa kita sudah hampir memasuki satu tahun di dalam pandemik Covid-19, dan bahkan di Indonesia sudah menembus lebih dari 1 juta orang, sedangkan di dunia hampir 100 juta penderita.
Sampai saat ini jumlah penderita infeksi Covid-19 di Indonesia terus bertambah! Mengapa? Salah satunya karena adanya fenomena gunung es dimana jumlah kasus yang sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang terdeteksi. Hal ini disebabkan karena banyaknya proporsi orang yang tidak bergejala atau gejala ringan dibandingkan dengan yang bergejala. Orang yang terinfeksi, namun tidak bergejala, pastinya tidak akan pergi melakukan pemeriksaan, sehingga bila mereka tidak melakukan protokol kesehatan, mereka bisa menjadi sumber penularan bagi orang sekitarnya.

Adapun penanganan Covid-19 adalah 

  1. 3T : Testing, Tracking, Treatment.
  2. 5M : Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumungan, Menguranngi Mobilitas Imunisasi / Vaksin.

Vaksin

Vaksin itu sendiri bukanlah obat, namun bertujuan untuk merangsang atau menstimulasi pembentukan dari antibody untuk melawan virus tertentu. Hal ini diharapkan bila terinfeksi oleh virus tersebut, makan antibody yang sudah terbentuk dapat meninaktivasi dari virus, sehingga diharapkan gejala yang dialami oleh penderita  akan lebih ringan, dan masa penularannya menjadi lebih pendek. Pada saat ini yang digunakan di Indonesia adalah Sinovac. Dimana mempunyai efikasi sebesar 65,3%, yang berarti terjadi penurunan sebesar 65,3% kasus penyakit pada kelompok yang divaksin dibandingkan kelompok yang tidak divaksin.

Efek Samping dari Vaksin Sinovac

Efek samping Ringan : nyeri di tempat suntikan, kemerahan, pembengkakan dan demam. Efek samping Berat : sakit kepala, gangguan kulit dan diare kurang lebih 0.1-1%. Dan akan menghilang dalam beberapa hari. Efek / reaksi lain yang mungkin terjadi : Reaksi alergi, dermatitis, urtikaria sampai reaksi alergi berat. Bila mengalami reaksi alergi berat harus segera diperiksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Walaupun ada resiko terjadi efek samping, namun BPOM sudah memberikan izin penyuntikan. Hal ini berarti bahwa vaksin terbukti efektif dimana yang dinilai dari hasil uji klinis yang sudah dilalui selama ini.

Pemberian

Vaksin Sinovac diberikan 2 dosis selang 14 hari. Suntikan pertama merupakan tahap respon primer, dimana belum memberikan kekebalan. Suntikan kedua memberikan respon kekebalan. Sampai kapan kekebalan tersebut berlangsung? Sampai saat ini masih belum diketahui dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Ingat bahwa dengan divaksin bukan berarti kita kebal dan terhindar 100% dari penularan infeksi Covid-19. Hal inilah yang perlu selalu kita ingat. Dan setelah divaksin, kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan 3T dan 5M yang telah kita sebutkan di atas tadi.

Nah sobat Sehat! Dengan adanya informasi mengenai vaksin ini, diharapkan agar kita semua ikut mendukung tercapainya cakupan program vaksinasi yang cukup agar dapat mengendalikan pandemik Covid-19 ini dengan lebih baik. 
Sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya.

 

Tinggalkan Balasan