Endemi, Epidemi, dan Pandemi

 

Saat ini banyak berita mengenai pandemi Covid-19 yang mulai masuk ke endemi. Yang kemudian menuai pertanyaan apa sih bedanya epidemi dan endemi.

Penggunaan kata pandemi, endemi dan epidemi biasanya digunakan oleh para pakar kesehatan masyarakat untuk menjelaskan peningkatan jumlah kasus penyakit di suatu masyarakat.

Endemi adalah penyakit yang selalu ada di suatu daerah, dengan jumlah penderita yang selalu sama, salah satu contoh adalah malaria yang endemi di Indonesia bagian timur, tidak pernah hilang, selalu ada dengan jumlah penderita yang sama.

Endemi dapat menyebabkan wabah (Outbreak), dan wabah dapat terjadi di mana saja. Contohnya adalah beberapa tahun lalu adanya wabah Diphteri pada anak-anak di Jakarta, karena meningkatnya jumlah kasus dari pada biasanya, Dari wabah sendiri kemudian bisa menjadi epidemi.

Ketika jumlah kasus penyakit di wilayah tersebut meningkat di atas tingkat (endemik) yang diharapkan, maka akan disebut epidemi. Misalkan jumlah kasus malaria tiba-tiba meningkat lebih dari biasanya atau jumlah kasus Covid pada awalnya di Wuhan.

Pandemi sendiri adalah meningkatnya jummlah kasus melampaui batas-batas negara. Contohnya Covid-19.

Perbedaan Endemi, Epidemi, dan Pandemi

 

Berdasarkan panduah dari WHO (World Health Organization)/Organisasi Kesehatan Dunia akan pandemi, maka pandemi dibagi menjadi beberapa fase. Fase 1-5 merupakan fase menuju fase pandemic. Fase ke 6 adalah fase pandemi yang dikarakterisasikan dengan adanya wabah di 1 negara lainnya.

Setelah fase ke 6 ini maka akan ada yang dinamakan post-peak period, dimana jumlah kasus dimasing-masing negara berada dibawah angka tertinggi. Setelah post-peak, ada fase post-pandemic dimana jumlah kasus akan turun seperti pada saat endemic.

Penerapan fase endemic akan tetap mengikuti arahan dari WHO. Untuk Covid-19 para ilmuwan berharap bahwa ketika cukup banyak orang mendapatkan perlindungan dari virus corona baik itu melalui vaksin, infeksi sebelumnya atau keduanya, maka itu akan mengurangi penyebaran virus dan mengurangi rawat inap dan kematian, sehingga seiring waktu Covid akan menjadi lebih sedikit ancaman. Namun, virus tidak akan hilang sepenuhnya, dan harus tetap diingat penyakit endemik masih dapat menimbulkan korban serius.

Endemi tidak berarti kasus akan menjadi 0, namun jumlah kasus akan menjadi angka yang wajar, dan akan tetap ada kasus yang mengancam jiwa.

Sekian untuk edisi kali ini. Tetap waspada dan selalu menjaga protokol kesehatan dimana pun dan kapanpun juga.

Tinggalkan Balasan