Kesehatan

Lebaran Bahagia Tanpa Sakit Atau Penyakit

Halo Sobat Sehat!

Tidak terasa kita akan memasukin penghujung bulan Ramadhan, dan sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang kita selalu nanti-nantikan. Seperti yang kita ketahui, selain identik dengan kegiatan silaturahmi dengan sanak saudara, namun pastinya Lebaran juga tidak dapat dipisahkan dengan sajian makanan yang beraneka ragam yang tentunya menggugah selera kita semua.

Sajian sajian yang lezat seperti ketupat dengan opor ayam, rendang, sambal goreng ati, semur dan ditambah berbagai kue seperti nastar, kue lapis, putri salju, es buah, sirup dan segala sajian lainnya yang sering membuat kita lepas kendali dalam menyantapnya.

Permasalahan yang ada adalah biasanya timbul akibat dari konsumsi makanan tersebut secara berlebihan, hal ini karena seperti yang kita  ketahui bahwa sajian sajian yang ada pada saat Hari Raya cenderung mengandung lemak, garam dan gula yang tinggi.

Nah Sobat Sehat! Berikut ada beberapa penyakit yang bisa terjadi setelah lebaran.

  1.  Meningkatnya Kolesterol
    Keadaan ini yang paling sering terjadi dan menimpa banyak dari kita setelah Lebaran. Kenapa? Karena bila kita amati sadari bahwa hidangan yang ada biasanya terbuat dari bahan santan, jenis makanan yang ada berupa gorengan dengan minyak. Makanan – makanan tersebut memang sangat lezat untuk di santap, namun bagi Sobat Sehat yang mempunyai riwayat kolestrol tinggi, sebaiknya menghindari atau membatasi mengkonsumsi makanan tersebut. Karena bila mengkonsumsi dalam batas yang berlebihan maka dapat membuat tubuh mengalami berbagai masalah.
  2. Meningkatkan Kadar Gula Darah
    Selain makanan dengan bahan dasar santan ataupun cara pengolahannya dengan digoreng, kita juga sering menemukan hidangan yang berkadar gula tinggi. Hal ini tentunya akan menjadi masalah bagi mereka yang mempunyai riwayat penyakit gula dan diabetes sebelumnnya. Namun bagi mereka yang tidak memiliki riwayat tersebut pun dapat mengalami peningkataan kadar gula bula mengkonsumsi makanan tersebut dengan berlebihan. Hal tersebut pastinya akan membuat kondisi tubuh kita menjadi tidak sehat.
  3. Flu, Radang Tenggorokan dan Batuk
    Sobat Sehat! Seperti yang kita ketahui bahwa saat Lebaran, kita sering kali melakukan berbagai aktivitas baik di dalam atau di luar ruangan. Beberaoa aktivitas tersebut memang rentan dan dapat membuat kita beresiko terpapar virus Influenza, dari udara yang tidak bersih, sampai kontak atau bertemu dengan kerabat. Belum lagi pada saat lebaran kita banyak mengkonsumsi minuman yang biasanya dingin dan manis manis secara berlebihan.
  4. Hipertensi/Darah Tinggi
    Makanan atau sajian saat hari Raya, selain banyak mengandung kolesterol atau gula, namun ternyata tidak sedikit juga yang memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Kombinasi antara makanan berlemak dan juga asun dapat membuat para Sobat Sehat mengalami sakit kepala, pusing, mual bahkan penglihatan menjadi buram, yang mungkin diakibatkan karena kenaikan dari tekanan darah kita. Kita harus memastikan agar kita tidak terlalu banyak makan makanan tersebut.
  5. Maag/Penyakit Lambung
    Makanan atau minuman yang pedan dan asam atau mengandung gas memang sangat nikmat untuk dikonsumsi, dan seringkali membuat kita lupa diri sehingga ternyata terlalu banyak mengkonsumsinya. Akan tetapi, tahukah para Sobat Sehat! Bahwa ternyata makanan tersebut dapat menyebabkan atau merangsang penyakit maag atau lambung dumana dapat membuat kita merasakan nyeri lambung, mual, kembung, pusing bahkan sampai muntah. Hal ini bisa terjadi pada mereka yang sudah mempunyai riwayat penyakit maag sebelumnya ataupun belum. Jadi kita harus menghindari mengkonsumsi makanan tersebut secara perlahan.
  6. Diare
    Selain penyakit maag, ternyata ada penyakit lain yang dapat mengenai system pencernaan kita loh! Diare itu sendiri dapat terjadi karena makanan yang mengandung kuman, makanan pedan dan terlalu berminyak juga reaksi alergi terhadap makanan tertentu. Adapun gejala yang bisa timbul seperti mual, muntah, mulas, nyeri perut, peningkatan frekuensi buang air besar (lebih dari tiga kali), konsistensi feses yang menjadi cair bahkan dapat menyebabkan demam. Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya menghindari makanan yang kurang bersih dan yang mengiritasi pencernaan kita.
  7. Nyeri Otot
    Mempersiapkan hari Lebaran memang menyenangkan, dan membuat kita bersemangat dalam menyiapkan hidangan, merapihkan rumah dan mungkin bersilahturahmi atau melakukan kegiatan lainnya. Namun ternyata secara kita sadari bahwa seringkali kita lupa menjaga diri atau beristirahat sehingga membuat kita kelelahan dan otot kita berasa nyeri. Hal ini dapat dicegah dengan cara makan dan istirahat yang cukup, juga tidak memaksakan diri untuk beraktifitas.
  8. Penyakit Kronik
    Selain penyakit penyakit diatas, ternyata tidak jarang bahwa penyakit penyakit kronis atau yang dahulu diderita menjadi kambuh kembali. Hal ini biasanya dikarenakan oleh pola makan dan pola tidur atau istirahat yang kacau. Karena dengan mengkonsumsi bahan makanan secara berlebihan dikombinasi dengan kegiatan yang berlebihan akan membuat kondisi tubuh para Sobat Sehat akan menjadi turun. Oleh sebab itulah kita harus mengatur pola makan atau istirahat dan pola hidup lainnya seperti olahraga.
Nah Sobat Sehat!
Setelah kita mengetahui beberapa penyakit yang mungkin bisa timbul saat Hari Raya Idul Fitri, maka kita mulai dari sekarang harus mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan diri kita dan keluarga dengan cara :
  1. Mengganti menu dengan makanan sehat yang rendah kolesterol, gula dan garam.
  2. Mengendalikan diri dalam mengkonsumsi makanan di kala haru Raya.
  3. Istirahat yang cukup.
  4. Tidak terlalu beraktifitas berlebih saat mempersiapkan hari Raya.
  5. Minum air putih yang cukup
Dan kita juga tetap harus mengingat bahwa kita masih ada di dalam kondisi Pandemik Covid-19, sehingga tetap haris menjalani 5M :
  1.  Memakai Masker.
  2. Mencuci Tangan memakai sabun dan air mengalir.
  3. Menjaga Jarak.
  4. Menjauhi Kerumunan.
  5. Membatasi Mobilisasi dan interaksi.
 
 
 

Puasa Makin Sehat Dengan Berolahraga

 
Sobat Sehat!
 

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadhan, itu tandanya kita memasuki bulan puasa.
Bagi banyak orang, saat mendengar kata olahraga saat berpuasa itu seolah menyeramkan. Mereka membayangkan bahwa betapa akan menjadi lelah bila dilakukan. Akan tetapi ternyata olahraga saat berpuasa sangat dianjurkan karena berdampak baik pada kesehatan. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui atau diperhatikan yakni kapan waktu berolah raga dan juga jenis olahraganya

Adapun waktu terbaik melakukan olahraga di bulan Ramadhan adalah 

  1. Sebelum Sahur
    Para Sobat Sehat dapat melakukan olahraga sekitar setengah jam sebelum sahur, jangan lupa untuk minum air yang cukup.
  2. Setelah Berbuka Puasa
    Setelah berbuka adalah lebih baik kita menunggu makanan untuk dicerna dengan baik terlebih dahulu. Atau jangan mengkonsumsi makanan berat dahulu sewaktu berbuka puasa agar latihan olahraga kita efektif dan juga optimal. Setelah barulah kita mengkonsumsi makanan berat.
  3. Setelah Isya
    Kenapa saat setela Isya menjadi waktu atau pilihan yang lebih aman? Krena makanan yang para Sobat Sehat sudah tercerna dengan baik. Sehingga kita lebih nyaman dan juga berenergi saat melakukan latihan.

Nah Setelah kita mengetahui waktu terbaik untuk melakukan olahraga, kita juga harus memilih atau mengetahui jenis olahraga apa yang baik untuk dilakukan. Beberapa ahli menyarankan bahwa jenis olahraga yang dipilih adalah yang ringan dan berintensitas rendah. Dengan kata lain sebaiknya menghindari dahulu jenis olahraga fisik ketahanan, plyometric, kecepatan dan kelincahan.
Sekedar informasi saja, bahwa olahraga berintensitas rendah dan ringan, menurut Universitas Georgia, Amerika Serikat, bisa dan dapat mencegah rasa lesu loh para Sobat Sehat.

Adapun beberapa jenis olahraga yang dapaat dilakukan saat puasa adalah:

  1. Jalan Kaki
    Jenis olahraga ini memiliki banyak manfaat seperti menjaga kebugaran jantung dan paru paru, menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke, memperkuat tulang dan menstabilkan tubuh, meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot hingga mengurangi lemak tubuh.
  2. Yoga
    Jenis olahraga ini menjadi pilihan karena dapat dilakukan dimana saja. Pilihlah yoga dengan tingkat intensitas yang rendah.
  3. Bersepeda
    Bersepeda itu cukup menyenangkan, karena dapat kita lakukan sambil ngabuburit. Jangan mengambil atau mencari zona yang berat, jadi lakukanlah dengan santai selama kurang lebih 30 menit. Hal tersebut cukup dapat meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan dan fleksibilitas otot, meningkatkan sendi juga dapat meredakan stres.
  4. Naik Turun Tangga
    Bagi kita yang tidak mau keluar rumah atau merasa tidak ada waktu luang. Maka kita dapat melakukan dengan naik turun tangga di rumah atau di kantor. Kegiatan tersebut ternyata dapat membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan ketahanan tubuh dalam olahraga juga menambah kekuatan dalam tubuh.
  5. Joging
    Jenis olahraga ini tidak perlu jauh jauh keluar dari rumah, karena bisa dilakukan di depan atau halaman rumah sambil kita menunggu saat berbuka puasa. Walau terlihat sederhana, namun ternyata olahraga yang satu ini juga meningkatkan kekuatan tulang dan otot, menjaga kesehatan jantung juga tentunya berat badan kita.
  6. Sit up dan Push up
    Jenis olahraga ini juga dapat menjadi pilihan karena kita bahkan dapat melakukannya di dalam ruang kamar kita sekalipun. Yang perlu para Sobat Sehat perhatikan adalah kita harus menyesuaikan energi atau kemampuan kita saat ini dalam melakukan kegiatan olahraga ini. Adapaun manfaat dari sit up adalah menajaga postur tubuh kita, membentuk otot perut, mengurangi resiko nyeri pinggul, kiha meningkatkan fleksibilitas tubuh, memperbesar massa otot juga memperkuat otot perut.
Oh ya Sobat Sehat harus ingat bahwa sesi latihan atau olahraga saat bulan puasa sebaiknya tidak lebih daru (60 menit. Selain itu dapat membatasi olahraga kardio sebanyak 2 kali selama seminggu saja.

Setelah kita sudah mengetahui waktu dan jenis olahraga yang disarankan, para Sobat Sehat juga tetap ingat bahwa kita masih di dalam masa Pandemic Covid 19.

Hal ini tentunya membuat kita harus tetap melakukan protokol kesehatan saat berolahraga seperti:

  1.  Hindari kerumunan saat berolahraga. Tetap lakukan physical distancing.
  2. Hindari ruangan tertutup dengan banyak orang saat berolahraga.
  3. Selalu mencuci tangan setelah berolahraga.
  4. Jangan berbagi handuk, minuman kepada orang lain.
  5. Sepulang berolahraga di luar rumah, ingat selalu langsung mandi dan mencuci pakaian kita.
Nah Sobat Sehat, jadi jangan takut lagi untuk berolahraga di saat kita menjalankan ibadah puasa ya! Namun di sisi lain kita juga harus bijaksana untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak menularkan atau ditularkan Covid19.
Baiklah sampai jumpa di Info Sehat selanjutnya.

Long Covid – 19 (Post Covid Syndrome)

HALO SOBAT SEHAT!

Seperti yang kita ketahui bahwa pandemic Covi d-I 9 masih belum berakhir. Mungkin ada dari anggota keluarga. rekan kerja atau ibaratkan kita sendiri yang sedang atau pernah terinfeksi oleh virus tersebut. Ada beberapa dari para penyintas Covid – 19 yang masih mengalami gejala. gejala – gejala seperti saat terinfeksi Covid -19 yang dapat terjadi seIama beberapa hari, minggu atau bahkan sampai beberapa bulan. Kira-kira gejala apa saja yang mungkin bisa di alami oleh para penyintas tersebut ya?

Adapun kemungkinan penyebabnya Adanya proses yang menimbuIkan keIainan menetap secara anatomik. Sampai sekarang masih daIam penelitian Iebih lanjut lagi, namun yang sudah di ketahui beberapa faktor yang menjadi resiko terjadinya Long Covid

  1. Riwayat adanya seperti penyakit jantung dan penyakit paru kronik.
  2. Orang lanjut usia mempunyai resiko lebih tinggi dari pada yang berusia lebih muda waIaupun tidak menutup kemungkinan mereka yang berusia muda juga terkena.

BEBERAPA SARAN UNTUK MENGATASI LONG COVID :

  1. Mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang.
  2. Melakukan olahraga ringan. Hindari olahraga berintensitas tinggi atau  berat.

  3. Beristirahat yang cukup untuk pemuIihan. jangan terlaIu memaksakan diri.
  4. Tetap mengikuti pengobatan dan perawatan yang ada dan diperlukan.
  5. Meluangkan waktu untuk kesehatan Dimana kita berusaha mengatasi kecemasan ataupun trauma akan penyakit yang telah kita alami. Salah satunya adalah dengan meditasi, yoga, atau bahkan terkadang membutuhkan konsuItasi dengan tenaga professionaI.
  6. Menghentikan kebiasaan lama seperti  merokok, agar tidak memperberat kesehatan kita.

NahSobat Sehat ! Ayo kita bersama sama menjaga kesehatan tubuh dan mentaI kita selama pandemik Covid-19 ini. Baik Sobat Sehat !

Sekian Info Sehat kali ini dan nantikan info sehat selanjutnya. tentunya

dengan tema berbeda..

back-to-top-custom