Covid-19 Menyerang Anak

 

Halo Sobat MIP NEWS

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyaknya anak-anak yang terjangkit COVID-19. Walaupun kasusnya lebih sedikit di bandingkan orang dewasa, namun jangan sampai terlewat dari kewaspadaan kita semua bahwa anak-anak sama seperti orang dewasa yaitu terinfeksi, sakit dan menyebarkan virus COVID-19 kepada orang lain meskipun tidak memiliki gejala “asimptomatik” sama sekali.

Gejala pada anak tidaklah jauh berbeda dengan orang dewasa, yang paling umum dari COVID-19 adalah demam dan batuk, namun juga bisa mengalami gejala serupa dibawah:

  1. Pilek, hidung tersumbat
  2. Radang tenggorokan atau alergi
  3. Hilangnya indera penciuman atau pengecap
  4. Nafas pendek atau sulit bernafas
  5. Diare
  6. Mual atau muntah
  7. Sakit perut
  8. Cepet lelah
  9. Sakit kepala
  10. Badan pegal-pegal atau linu
  11. Napsu makan kurang, terutama pada bayi dibawah 1 tahun
Sobat MIP NEWS perlu juga memperhatikan dengan siapa anak berkontak, apakah dengan seseorang yang sedang terkena COVID-19 atau tidak. Apabila anak sudah bergejala seperti berikut atau gejala lain yang lebih berat atau membuat anda merasa khawatir carilah perawatan segera.
  1.  Demam (suhu diatas 38°C)
  2. Sulit bernafas
  3. Nyeri atau tekanan pada dada yang tidak hilang
  4. Bingung
  5. Tidak bisa bangun atau tetap terjaga saat tidak lelah
  6. Kulit,bibir, atau alas kuku pucat, abu-abu, atau biru, tergantung pada warna kulit.

Namun, dibalik adanya kasus COVID-19 pada anak yang kian meresahkan, akhirnya kabar baik yang ditunggu-tunggu telah tiba juga. Dimana anak-anak usia 12-17 tahun sudah dapat divaksin. Jadi, tunggu apalagi segera ikuti & vaksinasi ini diharapkan membuat untuk menurunkan laju penularan COVID-19.

Selain Vaksinasi kita semua jangan sampai melupakan PROKES 5M karena seperti yang telah kita ketahui bahwa sudah ada varian baru dan virus COVID-19 bisa menginfeksi manusia melalui saluran pernafasan. Sehingga sekarang telah disarankan untuk mengenakan masker secara double. tapi jangan khawatir dulu, karena kita tidak akan kekurangan oksigen walaupun menggunakan masker double.

 
Tujuannya adalah agar membantu dalam hal penyaringan dan telah terbukti bahwa dengan menggunakan masker double akan lebih banyak menyaring partikel-partikel dibandingkan hanya menggunakan 1 masker saja.
 

Penelitian yang dilakukan agar pengguna masker bisa lebih optimal adalah:

1. Dengan mengikat tali dari masker medis, kemudian memasukannya kedalaman sehingga tidak terdapat celah.

 

2. Dengan penggunaan masker double.

Bagaimana cara menggabungkan? Yaitu selalu gabungkan masker medis dengan masker kain.

Untuk para mengguna masker jenis KN, KF maupun N95, tidak perlu digabungkan dengan masker lain.

Semoga apa yang telah kami sampaikan di MIP NEWS Bulan Juli 2021 ini dapat membantu Sobat Sehat untuk lebih menjaga anak-anak, dan lebih patuh lagi akan Protokol Kesehatan. Sampai jumpa kembali di MIP NEWS bulan depan.

Salam Sehat & Smile For Health

Tinggalkan Balasan