Asma

 

Halo Sobat Sehat, apa kabar kalian semua?
Semoga dalam keadaan sehat & baik.

Setiap tanggal 25 September kita memperingati Hari Paru Sedunia atau yang dikenal dengan World Lung Day. Tahukah para Sobat Sehat bahwa diantara penyakit-penyakit yang menyerang paru-paru, ada sebuah penyakit yang bisa ringan namun dapat sampai mengancam jiwa penderita. Penyakit tersebut bernama asma.

Apa sebenarnya Asma?

Asma adalah gangguan kronis sistem pernapasan dimana terjadi peradangan dan penyempitan dari saluran napas yang menyebabkan hiperreaktiviti bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ada. Hal ini bisa memicu terjadinya penyempitan dari saluran napas yang akan menyebabkan kesulitan untuk bernapas dengan bebas.

Adapun pengelompokan asma menurut GINA (Global Initiative for Asthma) adalah sebagai berikut:

1. Asma Intermiten
Dimana kekambuhan asma terjadi kurang 2 kali dalam seminggu.

2. Asma persisten ringan
Kekambuhan lebih dari 2 kali dalam seminggu, namuun kurang dari1 kali per hari.

3. Asma persisten sedang
Gejala timbul setiap hari.

4. Asma persisten berat
Gejala timbul terus menerus sepanjang hari dimana sudah sangat mengganggu aktivitas sehari hari.

Adapun setiap orang mempunyai jenis pencetus yang berbeda beda sesuai dengan sensitifitas yang dimiliki. Ada banyak faktor penyebab yang dapat memicu terjadinya asma seperti :

1. Infeksi virus yang terkait dengan pernapasan.
2. Debu, asap pembakaran sampah, polusi udara.
3. Asap rokok.
4. Bulu hewan, tungau debu rumah, serbuk sari.
5. Paparan zat kimia seperti parfum, pembersih ruangan, obat serangga.
6. Perubahan suhu udara.
7. Stress dan emosi tinggi (marah, senang dan sedih berlebihan).
8. Obat obatan tertentu yang menyebabkan alergi.
9. Kegiatan fisik yang berlebihan.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit asma dan alergi.
2. Menderita infeksi pernapasan.
3. Terlahir premature dan dengan berat badan lahir rendah.

Adapun beberapa gejala yang dapat ditimbulkan sebagai
berikut:

1. Sesak napas, napas terasa berat.
2. Batuk dengan dahak yang kental terutama malam hari atau pagi hari.
3. Timbul suara mengi saat bernapas.
4. Badan lemas, lesu.

Diagnosis Penyakit Asma

Dalam rangka menegakan diagnosis, biasanya dimulai dengan anamnesa atau wawancara terkait dengan gejala maupun riwayat penyakit sebelumnya dan keluarga. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik juga pemeriksaan tambahan seperti:

1. Tes alergi.
2. Tes bronkus.
3. Foto rontgen paru.

Adapun pengobatan yang dilakukan dengan memberikan obat obatan yang diperlukan untuk meredakan gejala. Dimana dapat berupa obat oral, inhaler maupun melalui injeksi bila diperlukan.

Bila asma tidak ditangani secara cepat, dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang dapat terjadi seperti:

1. Gagal nafas.
2. Kerusakan pada paru paru.
3. Status asmatikus dimana sudah tidak merespon terhadap terapi normal.
4. Kematian. 

Pencegahan Asma

Selain mengobati gejala yang sudah timbul, hal yang tidak kalah pentingnya adalah mencegah kambuhnya gejala asma yakni dengan mengenali dan menghindari pemicu asma juga meningkatkan pola hidup sehat. Selain itu bila diperlukan menggunakan obat obatan yang diberikan oleh dokter secara teratur. 

Jadi, setelah Sobat Sehat tahu mengenai asma yang dapat mengganggu kesehatan bahkan mengancam kita atau orang terkasih, terutama di saat tingkat polusi udara sedang tinggi, maka jika kita melihat atau mengalaminya, sebaiknya langsung sesegera mungkin berkonsultasi agar mendapat penanganan sesegera mungkin supaya dapat terobati dengan baik. 

Sekian dahulu untuk Info Sehat bulan Oktober kali ini, sampai jumpa di edisi berikutnya

 

back-to-top-custom